Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang

Kerajinan Mutiara Khas Lombok

Kerajinan Mutiara dari LombokJAKARTA (Suara Karya): Pulau Lombok dan Sumbawa siap menembus dunia sebagai penghasil mutiara di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyusul makin berkembangnya kerajinan mutiara di daerah tersebut. Sekarang ini diplomasi mutiara terus digencarkan untuk mengenalkan Lombok dan Sumbawa sebagai penghasil mutiara berkualitas dan siap menjaring wisatawan seluas-luasnya.

“Diplomasi mutiara sering kami gunakan untuk mendatangkan wisatawan maupun pecinta perhiasan berkunjung ke Nusa Tenggara Barat. Dua pulau ini kini sedang gencar memerkenalkan ikon baru sebagai pulau mutiara,” kata Wakil Gubernur NTB Badrul Badrul Nasir, Senin (25/6), menyusul hendak digelar Festival Mutiara Lombok Sumbawa 2012 atau Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2012 di Mataram 29 Juni s/d 1 Juli 2012.

Kegiatan Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2012 diharapkan menjadi event pameran pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. “Selain mendatangkan wisatawan, festival ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang investasi serta akses pasar yang luas,” kata Badrul.

Pada 2011 jumlah wisatawan ke NTB mencapai 886.880 orang atau meningkat dibandingkan 2010 yang mencapai 725.388 orang. Tahun ini di posisi sekarang sudah 600.000 wisatawan. Dengan demikian, kata Badrul, target 1 juta wisatawan pada 2012, optimistis akan tercapai.

Badrul Munir yang didampingi Kadis Budpar NTB Lalu Gita Riyadi menjelaskan, investasi budidaya mutiara di NTB pada 2011 mencapai Rp 176,947 miliar dengan dua PMA dan 22 PMDN. Dampak penyerapan tenaga kerja, di NTB beroperasi 24 perusahaan mutiara dengan karyawan 2.345 orang.

Sementara menanggapi pemalakan di Bandara Internasional Lombok (BIL) Wagub NTB Badrul Munir menyatakan pihaknya sudah memertemukan pihak-pihak yang bergesekan di bandara menyusul pemberitaan tentang aksi pemalakan yang dilakukan pemilik armada angkutan ilegal terhadap biro perjalanan. Intinya, kedua belah pihak tetap diperkenankan beroperasi dan saling menghormati serta wajib menaati aturan yang dibawah kendali PT Angkasa Pura 1.

“Sudah ada titik temu, dan Pemprov melalui Dinas Pariwisata dan pemangku kepentingan di bandara siap melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap pemilik armada yang dikelola warga setempat. Sekarang ini mereka tetap bisa beroperasi asalkan tetap mematuhi aturan-aturan di bandara,” kata Badrul emenjawab Suara Karya terkait maraknya aksi premanisme di BIL.

Pelatihan yang dimaksud sudah berlangsung selama 3 hari dan diikuti 30 pemilik armada angkutan. Mereka diberi pembekalan oleh PT Angkasa Pura selaku pengelola bandara, Polres Lombok Tengah, Dinas Perhubungan, Asita setempat serta pengetahuan praktis berkomunikasi, menyambut dan mengantar turis sesuai tata cara yang berlaku universal. (Sadono) KEBUDAYAAN
Kota Tua Jakarta
dan Cirebon Miliki Kaitan Selasa, 26 Juni 2012
JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 80 orang siswa SMA /SMK yang berprestasi dalam Pesta Seni Pelajar 2011, Senin (25/6), diajak berwisata sejarah dan budaya ke Kota Tua Jakarta dan Cirebon. Mereka dilepas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang diwakili Sekretarisnya, Tatang Sumantri, di halaman kantor Disparbud.

Dalam sambutannya Kepala Disparbud DKI Jakarta Arie Budhiman menekankan Jakarta sebagai kota budaya dan Ibu Kota Negara memiliki sejarah panjang dengan keanekaragaman budaya yang menjadi daya tarik pariwisata. Untuk memperluas wawasan bidang sejarah dan budaya, perlu generasi muda diajak ke luar daerah agar kelak dapat ikut membangun kepariwisataan di DKI Jakarta sekaligus melestarikan sejarah dan budaya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Disparbud DKI menjelaskan dipilihnya Cirebon sebagai tujuan penyelenggaraan wisata sejarah budaya antarprovinsi ini karena kota itu memiliki kaitan erat dengan sejarah berdirinya kota Jakarta. “Tentu dalam kerangka sejarah dan wawasan nasional,” tandasnya. Dari Cirebon wisata akan diteruskan ke Kuningan untuk melihat senibudaya masyarakat sekitarnya.

Didampingi Kepala Seksi Profesi Sumber Daya Manusia (SDM), Sita Erna Gustini para pelajar dari 9 sekolah itu mengawali wisatanya ke Museum Sejarah Jakarta dengan penjelasan Asep Kambali dari Komunitas Historia Indonesia. Sedangkan di Cirebon para pelajar mendapat penjelasan Mustaqim dari Komunitas Pusaka Cirebon.

Elvina siswa klas II SMAN 52, Jakarta Utara mengaku baru pertamakali masuk Museum Sejarah Jakarta. “Kalau ke Kota Tua sih sering, tapi hanya di luar museum,” ujarnya jujur. Dengan wisata ini Elvina ingin menulis pengalamannya bagai jurnalis yang menuangkan perjalanannya di koran atau majalah. (SUMBER: SUARA KARYA)

Pembayaran :



Pengiriman :


Testimonial

Ibu Dila - Bekasi
Halo, barang sudah sampaio dengan selamat pagi ini, terima kasih, barang dan pelayanannya bagus! semoga makin sukses :)

---------------------------------

IBU VIRNA - JAKARTA
Pak Rizal, barangnya sudah saya terima. Terima kasih banyak. Regards, Virna

---------------------------------

BP. FATNAN - BANDUNG
selamat siang , terimakasih banyak , barangnya mulus dan keren ! semoga tokogabe semakin sukses dan memunculkan barang barang kreatif lebih banyak lagi , sekali lagi , terimakasih banyak tokogabe. Fatnan

---------------------------------

IBU EDI - PURWOREJO
Udah sampai gan topi Koboi nya, Trimakasih

Testimonial Lainnya

Visitor

Flag Counter